Cara Ampuh Menghilangkan Dermatitis Seboroik Tanpa Obat Umum

Bisa sangat menganggu aktivitas ketika kulit menderita gatal dibarengi dengan bengkak, bersisik, dan sebagainya. Keluhan-keluhan tersebut termasuk dalam kondisi dermatitis seboroik. Disamping penderita sudah mengetahu terkait kondisi ini atau belum, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui kondisi dari kulit tersebut. Bila sudah diketahui, Anda bisa menentukan pengobatan, apakah menggunakan obat resep dokter atau memilih alternatif lain.

Di artikel ini Anda akan mendapatkan sebuah rekomendasi berupa produk herbal, dengan kandungan nutrisi yang mampu mengatasi dermatitis seboroik. Tentunya produk ini Aman dan Halal, sebab terbuat dari 100% bahan alami.

Apa itu dermatitis seboroik?

Kondisi ini dianggap sebagai bentuk eksim kronis, dermatitis seboroik bisa muncul di area kulit mana saja di mana kelenjar menghasilkan banyak minyak, semisal di punggung atas, hidung, dan kulit kepala. Penyebab pasti dermatitis seboroik masih belum diketahui, meskipun gen dan hormon berperan terhadap kondisi ini. Mikroorganisme yang hidup di kulit secara alami juga dapat berkontribusi terhadap dermatitis seboroik.

Setiap orang dari segala usia dapat mengembangkan dermatitis seboroik ini, termasuk bayi (kondisi dermatitis seboroik pada bayi disebut “cradle cap”). Namun, dermatitis ini paling sering menyerang orang dewasa antara usia 30-60 dan bayi di bawah 3 bulan.

Inilah beberapa pemicu umum dermatitis seboroik:

  • Stres Perubahan atau penyakit terkait hormon
  • Kontak langsung dengan deterjen, pelarut, sabun keras, dan bahan kimia lainnya
  • Cuaca dingin dan kering
  • Efek obat-obatan seperti psoralen, iterferon, dan lithium

Bisa juga memengaruhi mereka yang menderita spilepsi, alkoholisme, jerawat, rosacea dan masalah kesehatan mental, seperti depresi.

Ketahui: bahwa penyakit dermatitis seboroik tidaklah menular.

Seperti apakah dermatitis seboroik itu?

Kita tahu bahwa dermatitis seboroik ini sering muncul di area kulit kepala, dengan gejala munculnya serpihan kulit kering atau ketombe hingga sisik kuning berminyak dan kulit kepala yang memerah. Penderita pun dapat menderita seboroik di area kulit berminyak lainnya, seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung.

Gejala yang umum terjadi pada penderita dermatitis seboroik:

  • Kulit kemerahan
  • Kulit berminyak dan bengkak
  • Serpihan kulit kering berwarna putih atau kekuningan muncul
  • Gatal dan panas
  • Munculnya bercak berwarna merah muda

Apa yang menyebabkan dermatitis seboroik?

Belum jelas apa penyebab dari dermatitis seboroik ini, walau peran gen dan hormon bisa menimbulkan penyakit kulit ini. Ragam mikroorganisme yang hidup di kulit juga bisa berkontribusi terhadap kemunculan dermatitis seboroik. Tidak seperti bentuk eksim lainnya, dermatitis seboroik ini bukanlah hasil dari alergi.

Pengobatan dermatitis seboroik ini berfokus pada mengurangi peradangan dan pembengkakan, dan mengurangi rasa gatal.

Pada kasus dermatitis seboroik yang ringan, krim antijamur topikal atau sampo yang mengandung ketoconazole dan selenium sulfide mampu mengontrol gejala dari dermatitis seboroik ini.

Produk nonkimia untuk mengobati dermatitis seboroik

Ini bisa menjadi pilihan pengobatan untuk mengatasi dermatitis seboroik, selain menggunakan obat-obatan tertentu berbahan nonherbal. Produk ini bernama QnC Gamat. Sebuah suplemen dan juga obat herbal yang dibuat oleh CV. Jogja Natural Herbal, berlokasi di Jogjakarta.

QnC Gamat dibuat dari bahan alami sepenuhnya, antara lain teripang emas, air, dan madu murni.

Proses produksi obat ini menggunakan mesin dengan kemampuan ekstraksi konsentrasi tinggi, yang membuat bahan alami dikonversi menjadi cairan yang bisa dengan mudah di serap tubuh.

Mesin tersebut juga menjaga kondisi nutrisi dalam bahan tetap utuh selama proses ekstraksi.

Legalitas dari produk QnC Gamat–Nutrisi yang beragam dalam produk ini sudah melalui berbagai tahapan pengujian oleh BPOM RI. Demikian juga dengan yang dilakukan badan Halal MUI.

Sehingga produk herbal ini Aman dan Halal.

Kandungan di dalam teripang emas dan madu

Dimulai dari teripang emas, diketahui berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, bersumber dari jurnal dalam situs NCBI, dikatakan bahwa:


Terdapat Vitamin A, Vitamin B1 (tiamin), Vitamin B2 (riboflavin), Vitamin B3 (niasin), dan mineral, terutama kalsium, magnesium, besi dan seng dengan kemampuan meningkatkan kondisi kesehatan tubuh secara paripurna.

Kondisi kulit yang diakibatkan mikroorganisme penyebab penyakit bisa teratasi dengan adanya aktivitas biologis dan farmakologis unik, seperti anti-angiogenik, antikanker, antikoagulan, anti hipertensi, anti-inflamasi, antimikroba, antioksidan, antitrombotik, antitumor dan penyembuhan luka.

Kemudian, sifat terapeutik dan manfaatnya, yang mampu memperbaiki kondisi jaringan kulit secara efektif dan cepat, antara lain:
glikosida triterpen, sondonoksin sulfat, glikosaminoglikan (GAG), polisakarida sulfat, sterol (glikosida dan sulfat), fenolat, serberosida, lektin, peptida, glikoprotein, glikosfingolipid dan asam lemak esensial.

Madu. Bahan alami kuno ini banyak memiliki manfaat untuk tubuh, termasuk juga untuk kondisi kulit yang mengalami masalah.


Terdapat juga kandungan anti-inflamasi yang bisa meringankan gejala dari dermatitis seboroik, juga mengatasi peradangan yang terjadi.

Ada juga bioaktif dalam madu ini yang bisa mengatasi beragam masalah kesehatan di kulit yang berkaitan dengan infeksi.

Demikian rangkuman kandungan dan khasiat dari teripang emas dan madu murni. Semoga bisa menjadi pencerahan.

Aturan penggunaan

Oles QnC Gamat secukupnya pada kulit yang mengalami dermatitis. Lakukan sebelum tidur, kemudian bersihkan di pagi harinya. Bisa juga diolesakan ketika siang hari.

Anjuran konsumsi Jelly Gamat QnC:

  • Bayi (minimal usia 8 bulan): 1/2 sendok teh 2x sehari.
  • Anak-anak: 1 sendok makan 2x sehari
  • Dewasa: 2-3 sendok makan 2-3x sehari

Anda dapat mengonsumsi produk herbal ini setelah atau sebelum makan. Bila mengonsumsi obat resep/umum beri jangka waktu 2-3 jam, kemudian konsumsi QnC Gamat ini.

Aman diminum oleh semua umur, ibu hamil, lansia, juga ibu menyusui.

Silakan Anda pesan sekarang juga, terdapat layanan khusus juga diskon.Sebelum memesan produk kami ini, silakan Anda ketahui dahulu harganya.

Dengan layanan khusus untuk pemesan 1-2 botol, yaitu “KIRIM BARANG DAHULU, BARANG SAMPAI BARU BAYAR“

Untuk perbotolnya Rp155.000

Ketikan format di bawah ini:

OHSR # Jumlah Pesanan # Nama # Alamat Pemesan # No Hp/Telepon
(Wajib mencantumkan kode pemesanan OHSR)
KIRIM KE
SMS0823.2011.4649
WhatsApp0823.2000.0747
BBMD4ECBFE0
Contoh Pemesanan :
OHSR # 4 Botol # Ita Astita # Jl. Merdeka No. 28 Kel. Setianegara Kec. Cibeureum Kota. Tasikmalaya Jawa Barat # 0822.1713.2548

Anda yang sudah mengirimkan format pemesanan lengkap seperti di atas, segera akan mendapat respon yang menginformasikan berapa total pembayaran yang harus di bayar.

Sudah beberapa botol Anda mengonsumsi produk QnC Gamat ini, namun tidak kunjung sembuh? Jangan ambil pusing, segera temui dokter, dan konsultasikan kondisi Anda.
Terima kasih.

10 Minyak Esensial yang Terbukti Secara Ilmiah Mampu Mengatasi Infeksi Sinus

Ada banyak minyak esensial yang dapat membantu mengatasi gejala infeksi sinus. Sinus tersumbat—yang merupakan salah satu gejalanya—dapat menyebabkan peradangan di dahi dan di bawah mata yang menyebabkan hidung berair, mata bengkak, dan bersin terus-menerus. Sinus yang tersumbat juga bisa menyebabkan sakit kepala, tekanan sinus di kepala, dan kelelahan.

Minyak atsiri/esensial yang ditujukan untuk infeksi sinus mengandung banyak senyawa terapeutik yang bisa membantu meringankan hidung tersumbat, tekanan sinus dan batuk. Minyak esensial seperti eukaliptus, minyak pohon teh, minyak lavender, dan minyak timi membantu menghilangkan lendir yang menumpuk di sinus. Banyak minyak esensial yang baik untuk sinus tersumbat juga memiliki sifat antimikroba kuat untuk mengatasi infeksi pada sinus dan membantu meringankan pernapasan.

Tentang penggunaan minyak esensial untuk sinusitis dan sinus tersumbat, kita dapat menggunakan beberapa minyak esensial tersebut secara individu atau menggabungkannya. Misalnya, minyak kayu putih dan minyak pohon teh adalah antimikroba yang kuat, dan uap (yang dicampurkan ke dalam air panas) dari minyak kayu putih dapat mengencerkan lendir di rongga sinus dan melebarkan ruang dalam sinus.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengenai kemampuan dari 10 minyak esensial yang baik untuk infeksi sinus. Juga akan ada resep tentang cara menggunakan minyak esensial untuk sinus tersumbat dan untuk meredakan gejala sinusitis.

Apa itu infeksi sinus?—akut atau kronis

Infeksi sinus sering terjadi akibat dampak pilek atau flu, tetapi kadang-kadang bisa disebabkan oleh iritasi pernapasan atau alergi.

Dr. John Cunha di eMedicineHealth mengatakan bahwa infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas dapat menyebabkan peradangan pada sinus. Peradangan di dahi dan di bawah mata dapat menyebabkan lendir terbentuk di rongga sinus. Ini bisa sebabkan bakteri Streptococcus atau strain Staphylococcus berkembang di sinus dan timbulkan infeksi.

Tergantung pada tingkat keparahan infeksi, penderita mungkin mengalami sinusitis akut atau sinusitis kronis.

Sinusitis akut

Dokter dari Mayo Clinic mengatakan bahwa infeksi sinus akut hampir kebanyakan merupakan dampak dari pilek. Infeksi sinus digolongkan sebagai akut ketika penderita memiliki hidung tersumbat, keluarnya lendir dari hidung, muka terasa bengkak, dan area di sekitar mata dan dahi terasa tertekan dan bisa bertahan kurang dari 12 minggu. Selagi infeksi menghilang, penderita mungkin akan mengalami demam, dahi terasa nyeri, sakit kepala dan batuk.

Sinusitis kronis

Sinusitis kronis memiliki sebagian besar gejala sinusitis akut, tetapi berlangsung lebih dari 12 minggu. Infeksi sinus kronis bisa jadi merupakan hasil dari infeksi pernapasan berulang, polip hidung, atau gangguan pada hidung.

Menurut dokter dari Mayo Clinic, infeksi sinus kronis biasanya tidak menyebabkan gejala demam. Akan tetapi penderita akan merasa kelelahan dan ini bisa sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Penyebab infeksi sinus dan faktor risiko

Meskipun infeksi sinus serinya merupakan komplikasi dari pilek, ada juga sejumlah alasan/penyebab lain atas sinusitis ini.

Menurut Dr. Charles Patrick Davis di MedicineNet, infeksi sinus dapat terjadi akibat kondisi apa pun yang mengganggu aliran lendir dari sinus. Jika lapisan jaringan sinus menjadi meradang atau bengkak, rongga sinus bisa menyempit dan infeksi dapat berkembang.

Penyebab lain infeksi sinus akut atau kronis meliputi:

  • Reaksi alergi
  • Iritasi kimia pada saluran sinus
  • Menghirup penyebab iritasi seperti asap atau semprotan hidung
  • Dehidrasi
  • Udara kering
  • Terlalu sering menggunakan antihistamin

Gejala sinusitis

Sinusitis ini akan terasa seperti ada sesuatu yang menekan di kepala atau di wajah. Posisi bungkuk bisa meningkatkan tekanan dan menyebabkan sakit kepala menjadi lebih buruk, dan juga bisa merasakan sakit kepala yang berdenyut. Gejala lain dari infeksi sinus adalah hidung tersumbat yang membatasi tubuh untuk pernapasan.

Seiring dengan sakit kepala dan hidung tersumbat, Dr Charles Patrick Davis mengatakan bahwa sinusitis dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala seperti berikut:

  • Pembengkakan di sekitar dahi, pipi, dan hidung
  • Nyeri di sekitar sinus
  • Lendir kuning atau hijau mengalir dari hidung atau ketika mengeluar lendir dari hidung
  • Lendir yang menetes ke tenggorokan dan menyebabkan iritasi dan kemungkinan timbulkan sakit tenggorokan
  • Batuk dengan tujuan mengeluarkan lendir dari tenggorokan
  • Hidung gatal dan sering bersin
  • Kelelahan karena sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sering batuk

Namun, jika alergi adalah penyebabnya, penderita mesti mengidentifikasi alergen dan menghindarinya.

Dr Ratini memperingatkan bahwa menggunakan obat dekongestan yang dijelas bebas selama lebih dari 3 hari dapat memperburuk gejala sinusitis.

Cara mengurangi risiko terhadap infeksi sinus

Menurut dokter dari Mayo Clinic, salah satu cara terbaik untuk menghindari sinusitis infeksi adalah dengan sering mencuci tangan. Ini dapat membantu mencegah penyebaran virus atau bakteri yang dapat menyebabkan bersin, batuk, pilek, dan gejala terkait sinusitis lainnya.

Penting juga untuk mengatasi masalah alergi yang mungkin menyebabkan peradangan di rongga sinus. Jika tubuh rentan terhadap infeksi sinus, maka penting sekali untuk menghindari paparan asap rokok atau polutan lainnya.

Mengapa minyak esensial efektif untuk sinusitis

Minyak esensial mampu membantu mengurangi gejala sinusitis ringan dengan cepat tanpa menggunakan obat—beberapa di antaranya mungkin memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Ada juga penelitian ilmiah untuk mendukung klaim bahwa minyak esensial efektif untuk mengatasi sinus yang tersumbat.

Sebagai contoh, jurnal Evidence-Based Complementary dan Alternative Medicine melaporkan bahwa aromaterapi dengan minyak esensial bisa membantu respon peradangan tubuh pada saluran hidung. Ditemukan bahwa minyak esensial tertentu membantu meredakan peradangan dan sumbatan di hidung, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi kelelahan. Para peneliti menyimpulkan bahwa menghirup minyak esensial berpotensi mengurangi kondisi peradangan di hidung.

Juga, Asia Pacific Journal of Tropical Biomedicine melaporkan sejumlah minyak esensial yang telah terbukti secara ilmiah digunakan dalam mengobati sinusitis. Beberapa minyak esensial untuk infeksi sinus dan hidung tersumbat yang disebutkan adalah minyak kayu putih dan minyak peppermint.

10 Minyak esensial untuk infeksi sinusitis

Mari kita lihat lebih detail 10 minyak esensial yang dapat meredakan gejala sinusitis dan membantu mengatasi infeksi yang menyebabkan hidung berair, batuk, bersin, dan sakit kepala.

Minyak kayu putih

Karena aktivitas antibakteri dan antivirusnya, minyak esensial ini adalah salah satu yang terbaik untuk mengatasi sinus tersumbat dengan cepat dan alami. Kandungan minyak kayu putih dapat menghilangkan lendir hidung dan melancarkan saluran pernapasan.

Jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine melaporkan bahwa minyak kayu putih cukup kuat untuk membunuh banyak infeksi bakteri dan virus. Termasuk bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksi di sinus.

Kemampuan minyak kayu putih untuk melegakan rongga sinus dan mengurangi peradangan adalah karena senyawa yang disebut cineole. Jurnal The Laryngoscope melaporkan bahwa cineole adalah pengobatan alami yang efektif untuk mengurangi hidung meler dan hidung tersumbat. Dilaporkan bahwa menggunakan produk yang mengandung cineole dapat membantu mengobati sinusitis sebelum antibiotik diperlukan.

Menggunakan minyak kayu putih bisa meredakan tekanan di sinus dan sumbatan. Pegang tisu ke hidung Anda dan bernapas dalam-dalam agar uap bisa menembus lendir dan membantu membuka saluran hidung Anda.

Minyak pohon teh

Efek anti-inflamasi dari minyak pohon teh dapat membantu mengurangi pembengkakan, iritasi, dan lendir di sinus. Minyak pohon teh juga memiliki sifat antiseptik alami yang juga dapat membunuh kuman yang menyebabkan sinus Anda menjadi meradang dan bengkak.

The Journal Clinical Microbiology Reviews melaporkan bahwa minyak pohon teh adalah obat alami untuk banyak kondisi peradangan yang disebabkan oleh infeksi. Senyawa dalam minyak pohon teh telah digunakan untuk mengobati batuk dan pilek. Ulasan tersebut menyatakan bahwa minyak pohon teh yang menguap dapat membunuh berbagai Strep. strain bakteri ketika dihirup.

Minyak pohon teh dapat ditambahkan ke sebagian besar pengobatan rumah untuk sinusitis untuk meningkatkan efek antimikroba dari minyak esensial lainnya.

Minyak timi

Minyak timi memiliki sifat untuk meningkatkan kesehatan yang dapat membantu tubuh melawan infeksi virus dan mengurangi peradangan dan pembengkakan. Minyak timi membantu mengurangi produksi lendir karena berfungsi juga sebagai ekspektoran untuk mengatasi sinus yang tersumbat dan juga tekanan di sinusnya.

Thyme mengandung senyawa yang disebut carvacrol yang memiliki kemampuan kuat untuk mengurangi respon peradangan. The Journal of Lipid Research melaporkan bahwa minyak thyme menekan ekspresi COX-2 yang menyebabkannya memiliki efek anti-inflamasi. Menekan ekspresi COX-2 adalah berapa banyak obat anti-inflamasi non-steroid yang bekerja.

Minyak lavender

Minyak lavender terkenal karena efek penenangnya untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur . Namun, minyak lavender juga memiliki efek anti-inflamasi untuk mengurangi kemacetan dan menyingkirkan gejala sinusitis.

The European Journal of Dentistry melaporkan tentang khasiat pengobatan minyak lavender saat mengobati infeksi saluran pernapasan. Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak lavender dapat membantu meringankan gejala flu. Minyak lavender dapat pula mengurangi peradangan dan secara efektif mengobati sinusitis dan infeksi tenggorokan.

Menurut penelitian ilmiah lainnya, minyak lavender juga membantu mengurangi rasa sakit yang berarti dapat membantu mengatasi sakit kepala yang berhubungan dengan sinus.

Minyak cengkeh

Minyak esensial lainnya dengan aktivitas anti-inflamasi untuk mengurangi iritasi hidung, penumpukan, dan penumpukan lendir adalah minyak cengkeh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pharmaceutical Biology pada 2017 melaporkan bahwa minyak cengkeh mengandung sejumlah sifat terapeutik yang dapat bermanfaat untuk meredakan gejala sinusitis. Di antaranya adalah aktivitas antivirus, antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Studi ini menyimpulkan bahwa minyak cengkeh dapat membantu mengurangi peradangan kulit dan jaringan.

Menghirup minyak cengkeh dapat membantu mempercepat pemulihan dan meredakan batuk, sakit kepala, dan hidung berair yang merupakan gejala sinusitis.

Minyak lemon

Minyak lemon memiliki aroma ringan yang menyenangkan dan dapat membantu Anda merasa lebih baik dengan cepat jika tubuh Anda melawan infeksi sinus. Menggunakan minyak lemon untuk sinusitis dan kemacetan membantu mengurangi pembengkakan, gejala alergi, penumpukan lendir, dan tetesan postnasal.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evidence-Based Complementary Alternative Medicine , minyak esensial dari buah jeruk membantu untuk meningkatkan kesehatan sistem pernapasan. Minyak lemon membantu menghilangkan tanda-tanda peradangan jaringan termasuk pembengkakan, kemerahan, dan nyeri.

Minyak rosemary

Rosemary membantu mengurangi gejala seperti batuk, bersin, dan hidung meler, ini karena efek rileksasinya. Seperti kebanyakan minyak esensial, minyak rosemary memiliki sifat antimikroba yang dapat secara efektif mempercepat penyembuhan sinusitis.

The Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa minyak esensial rosemary berguna dalam mengobati gejala reaksi alergi. Sebagai contoh, menghirup rosemary memiliki efek antihistamin dan dapat membantu mengendurkan otot-otot di sistem pernapasan.

Minyak pinus

Minyak pinus adalah obat antiseptik alami untuk membunuh kuman, serta kuman yang menyebabkan sinus dan infeksi pernapasan lainnya. Menghirup minyak pinus dapat membantu menghilangkan lendir dan dengan cepat merenggangkan saluran hidung yang tersumbat.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Archives of Oto-Rhino-Laryngology , minyak pinus dapat membantu membersihkan rongga sinus dengan cepat. Sebagai contoh, penelitian telah menunjukkan bahwa minyak pinus memiliki efek sekretolitik. Ini berarti minyak pinus bisa meningkatkan lendir serous di saluran pernapasan yang menyebabkan lendir menjadi encer dan lebih mudah dikeluarkan.

Namun, peneliti memperingatkan bahwa minyak pinus tidak boleh digunakan pada bayi karena dapat menyebabkan kejang otot bronkus.

Minyak peppermint

Menggunakan minyak peppermint untuk sinusitis dapat membantu penderita merasa lebih cepat lebih cepat. Minyak peppermint memiliki efek mendinginkan yang dapat memberi bantuan pada peradangan di sekitar dan di saluran hidung.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan fakta bahwa minyak peppermint sebenarnya tidak membantu mengobati sinusitis. Sebagai contoh, American Journal of Rhinology melaporkan bahwa menghirup minyak peppermint (mentol) tidak memengaruhi aliran udara dalam hidung dan mengurangi sumbatan. Dan tampaknya sinus seseorang–yang menghirup minyak peppermint–akan merasa lega hanya karena efek pendinginan minyak peppermint.

Juga, dari jurnal Clinical Otolaryngology dan Allied Sciences melaporkan bahwa peppermint hanya memberikan perasaan peningkatan aliran hidung.

Namun penelitian lain menunjukkan bahwa campuran minyak esensial yang mengandung minyak peppermint dapat membantu meringankan gejala infeksi saluran pernapasan atas karena sifat antivirus dan antibakterinya. Jadi, sebaiknya gunakan minyak peppermint bersamaan dengan minyak esensial lainnya untuk mengatasi kemacetan. Minyak atsiri seperti eukaliptus, minyak pohon teh, dan minyak cengkeh dapat membantu memecah lendir dan mengurangi respon peradangan.

Minyak Oregano

Minyak oregano dapat membantu mengurangi gejala infeksi sinus karena mengandung banyak senyawa antibakteri dan antivirus.

The Journal of Applied Microbiology melaporkan bahwa minyak oregano mengandung senyawa carvacrol. Ini terbukti dapat membunuh berbagai infeksi virus dan dapat membantu mengurangi wabah infeksi virus. Penelitian lain menunjukkan efek antibakteri dari carvacrol dalam minyak oregano.

14 Kebiasaan Umum yang Dapat Merusak Ginjal

Tahukah Anda bahwa tubuh dapat bertahan hidup cukup normal dengan hanya menggunakan 20% dari fungsi ginjal kita? Itulah sebabnya mengapa penurunan fungsi ginjal secara konstan dan kerusakan yang juga bertahap dalam waktu lama pada ginjal sering luput dari perhatian atau pemeriksaan. Dan walau pun akhirnya masalah terkait ginjal ditemukan, bisa saja kondisi ginjal sudah sangat parah.

Kebiasaan Umum yang Dapat Merusak Ginjal

Ginjal dalam tubuh kita ini termasuk organ yang sangat luar biasa. Mereka ini menghasilkan hormon, memfilter darah, menyerap mineral, menghasilkan urin dan menjaga keseimbangan asam-alkalin dalam tubuh.

Perlu sekali kita menjaga kondisi kesehatan tubuh, termasuk organ ginjal ini. Ada banyak kiat untuk bisa tingkatkan kondisi fungsi ginjal dan ada pula ragam hal yang bisa merusak fungsi atau bahkan organ ginjal.

Berikut ini daftar kebiasaan yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau penyakit ginjal kronis menurut studi medis.

Kebiasaan umum yang dapat merusak ginjal (berdasarkan kajian ilmiah)

Terlalu banyak mengonsumsi minuman manis

Sebuah penelitian yang dilakukan pada karyawan di Osaka University di Jepang mengungkapkan bahwa minum dua atau lebih minuman bersoda sehari dapat dihubungkan dengan risiko penyakit ginjal. Diketahui, 12.000 karyawan dilibatkan dalam penelitian ini, dan mereka yang mengonsumsi soda dalam jumlah lebih besar lebih cenderung memiliki protein dalam urinenya (proteinuria).

Protein dalam urin (proteinuria) adalah tanda awal kerusakan ginjal, tetapi, ketika kondisi ini ditemukan, penyakit ini masih bisa dilakukan pengobatan.

Hasil studi ilmiah juga menyimpulkan bahwa “mengkonsumsi soda bergula dapat meningkatkan kondisi kerusakan ginjal.”

Merokok

Aktivitas merokok berkaitan dengan therosclerosis (penyempitan dan pengerasan arteri). Therosclerosis ini bisa memengaruhi suplai darah ke semua organ vital, termasuk ginjal.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Pharmacology and Therapeutics, dua batang rokok sehari cukup untuk menggandakan jumlah sel-sel endotel (lapisan sel gepeng yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah, pembuluh limfa, dan rongga tubuh) dalam tubuh. Ini adalah tanda kerusakan arteri. The Clinical Journal of American Society of Nephrology mengutip banyak penelitian berbeda yang dilakukan sejak 2003 yang menghubungkan semua bahwa merokok erat kaitannya dengan penurunan fungsi ginjal.

Kekurangan vitamin B6

Diet sehat juga penting untuk fungsi ginjal yang baik. Menurut penelitian yang dilakukan di University of Maryland Medical Center, kekurangan vitamin B6 bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

Untuk memiliki fungsi ginjal yang optimal, Anda mesti mengonsumsi setidaknya 1.3 miligram vitamin B6 setiap hari. Sumber terbaik dari vitamin ini termasuk ikan, buncis, hati sapi, kentang dan sayuran bertepung, dan buah-buahan non-sitrus.

Kurang berolahraga

Olahraga adalah cara lain yang baik untuk melindungi ginjal.

Sebuah penelitian besar yang dipublikasikan pada tahun 2013 dalam Journal of American Society of Nephrology mengemukakan bahwa wanita pascamenopause yang berolahraga memiliki risiko 31% lebih rendah mengembangkan batu ginjal. Secara umum, menjaga berat badan yang sehat akan mengurangi kemungkinan batu ginjal.

Kekurangan magnesium

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup magnesium, kalsium tidak dapat diserap dan diasimilasikan dengan baik, yang dapat menyebabkan kelebihan kalsium dan pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa “pengobatan dengan magnesium pada penyakit batu ginjal kalsium termasuk efektif dengan beberapa efek samping.”

Untuk mencegah penurunan kadar magnesium, konsumsilah sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan pula biji-bijian. Alpukat merupakan sumber terbaik magnesium.

Aktivitas tidur terganggu

Majalah ilmiah, World Journal of Nephrology, melaporkan bahwa gangguan tidur kronis dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Tidak cukup minum air putih

Ginjal kita harus terhidrasi dengan baik untuk bisa menjalankan fungsinya. Jika kita tidak cukup minum, racun dapat mulai terakumulasi dalam darah, karena tidak ada cukup cairan untuk mengalirkannya melalui ginjal.

Sebuah studi ilmiah dari tahun 2011 menemukan bahwa asupan cairan yang lebih tinggi dapat melindungi tubuh dari penyakit ginjal kronis.

Studi lain menunjukan hubungan antara fungsi ginjal dan volume urine. Ini menyimpulkan bahwa asupan cairan yang lebih tinggi dapat melindungi ginjal tubuh.

Tidak segera mengosongkan kandung kemih lebih awal

Ketika panggilan tubuh untuk buang air kecil, Anda mesti segera untuk mengeluarkannya. Menahan urine di kandung kemih bisa sangat tidak baik untuk tubuh. Retensi urine secara persisten atau kronis dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan infeksi ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi garam (sodium)

Garam sangat penting untuk tubuh, tetapi Anda mesti membatasi asupan natrium ini. Konsumsi sodium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menekan fungsi ginjal.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Studi yang sama menemukan bahwa asupan natrium yang rendah juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi maksimum 2.300 miligram (mg) sodium sehari (sekitar 1 sendok teh garam).

Tidak mencukupi asupan kopi

Kita sering menganggap bahwa kopi itu buruk bagi tubuh kita, tetapi minum kopi sebenarnya dapat melindungi ginjal Anda. Perahatikan: kopi di sini adalah kopi murni tanpa campuran apa pun.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko terkena penyakit ginjal kronis.

Penelitian lain yang melibatkan wanita Korea menemukan bahwa minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat melindungi ginjal.

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit

Ketika tubuh kita merasakan rasa sakit kronis kita akan dengan mudah memilih obat penghilang rasa sakit. Tapi, perlu diketahui bahwa menurut Jurnal Fisiologi dan Farmakologi Korea, penyalahgunaan obat dapat menjadi racun bagi organ-organ dalam sistem kemih Anda.

Studi lain menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan opioid dan penyakit ginjal.

Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Dan pula jangan mudah memilih obat tersebut. Anda bisa pilih alternatif lain untuk mengatasi rasa sakit tersebut.

Ingat semua obat (hasil farmasi) datang dengan efek samping, dan beberapa dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi protein

Menurut Harvard University, mengonsumsi terlalu banyak protein dalam makanan sehari-hari Anda dapat membahayakan ginjal.

Jurnal medis, nutrisi ISRN, menunjukkan bahwa makan terlalu banyak protein dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan batu ginjal.

Produk sampingan dari pencernaan protein adalah amonia–racun yang membuat organ ginjal bekerja lebih keras untuk menetralkannya. Lebih banyak protein berarti fungsi organ ginjal akan menumpuk, yang mungkin, seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

Tidak mengobati infeksi biasa dengan cepat dan tepat

Kita semua ternyata salah yang kadang-kadang mengabaikan kondisi pilek dan flu, dan membuat tubuh kita merasa kewalahan atas dua penyakit tersebut. Harus diketahui bahwa sikap abai kita tersebut itu bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa flu dapat dikaitkan dengan penyakit ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Racun yang ditemukan dalam alkohol tidak hanya dapat merusak hati, tetapi juga ginjal.

The medical journal Alcohol Research Current Review menunjukkan bahwa konsumsi alkohol kronis dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Inilah Mengapa Urine Berbau Menyengat

Kabar buruk terkait kondisi urine yang demikian, bahwa Anda mungkin mesti berhenti minum kopi…

Inilah mengapa urine berbau menyengat

Sebagian besar waktu Anda, mungkin tidak memperhatikan bau dari urine. Tapi terkadang, Anda mencium bau yang aneh dari urine dan mungkin akan bertanya-tanya, ada apa dengan bau urineku?

Nah, untuk kondisi ini terdapat banyak hal yang bisa memengaruhi bau urine. Berikut ini beberapa alasannya yang penulis alih bahasakan dari situs website www.bodyandsoul.com.au:

Dehidrasi

Jika tubuh Anda mendapat cukup cairan (dan cairan paling baik untuk tubuh adalah air), urine anda mestinya tidak berwarna pekat dan mungkin tidak berbau.

Tapi, mungkin saja tubuh tidak mendapat cukup cairan, yang akhirnya urine menjadi berwarna pekat.

Bila itu terjadi, urine bisa menghasilkan bau yang menyengat hidung. Bahkan, warnanya bisa–lebih dari pada pekat,–gelap.

Jadi, jika Anda merasa tidak mensuplai banyak air ke tubuh. Minumlah lebih banyak air, delapan liter perhari, mungkin.

Kopi

Yah, kopi! Tiada hari tanpa secangkir (atau dua) kopi untuk memulai atau menemani hari Anda.

Tapi, jika Anda mensuplai lebih banyak kafein, urine Anda mungkin akan berbau menyengat.

Jangan panik bila itu terjadi. Sebaliknya, Anda mungkin mesti mempertimbangkan kembali untuk mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih dalam sehari. (Dan, sebagai gantinya, Anda mesti meningkatkan asupan air)

Makanan

Walau kebanyakan masyarakat Indonesia tidak pernah atau bahkan mungkin belum pernah mendengar sayuran bernama asparagus, tapi ketahuilah bahwa asparagus bisa memengaruhi bau urine kita.

Diketahui juga: bahan makanan lain–semisal bawang–juga memengaruhi bau dari urine.

Infeksi saluran kencing

Anda bisa memiliki risiko untuk memiliki gejala dari infeksi saluran kencing.

Mulai dari urine keruh, hingga sakit atau merasa sangat panas ketika buang air kecil, merupakan gejala dari ISK.

Trikomoniasis

Infeksi lain–seperti trikomoniasis, merupakan infeksi yang ditularkan dari hubungan seks–ini bisa sebabkan urine berbau.

Trikomoniasis sering menyebabkan gatal di vagina, serta menghasilkan cairan berbau dengan warna kuning kehijauan.

Jika Anda merasa memiliki penyakit trikomoniasis, segera temui dokter karena tubuh Anda memerlukan antibiotik untuk mengatasi penyakit ini.

Perlu diketahui bahwa trikomoniasis biasanya terjadi pada wanita. Tapi, pria juga memiliki risiko untuk mengalami penyakit ini, namun biasanya tanpa gejala.

Obat-obatan, vitamin, atau suplemen lainnya

Jika Anda mengonsumsi suplemen, vitamin, atau obat-obatan, mungkin Anda menyadari bahwa bau urine sedikit berubah, juga warnanya.

Untuk mengatasi itu, Anda bisa minum lebih banyak air untuk membantu mengencerkan senyawa-senyawa dalam tubuh, yang bisa membuat bau urine Anda bisa menyengat atau berbau.

Diabetes

Ada banyak gejala diabetes yang mungkin Anda ketahui. Dari kehilangan berat badan secara tidak terduga, hingga meningkatnya rasa haus dan buang air kecil.

Tetapi ada gejala lain, adalah urine Anda menjadi berbau. Ketika Anda mengidap diabetes, tubuh Anda memproduksi keton, yang dikeluarkan dalam urin dan dapat membuatnya berbau manis.

Penyakit tertentu

Terdapat penyakit tertentu yang dapat menyebabkan urine Anda berbau. Ini bisa termasuk diabetes (ketika Anda mengalami ketoasidosis diabetik, atau DKA), jika Anda memiliki gangguan metabolisme atau fistula.

Apa yang harus dilakukan jika urine berbau?

Jika urine berubah menjadi lebih gelap (lebih pekat), atau berbau menyengat atau berbau lainnya, saat itulah tubuh Anda mesti diberi asupan cairan (dalam hal ini air). Ini bisa menjadi cara mengatasi urine berbau atau berwarna.

Tetapi jika Anda memiliki gejala infeksi bersamaan dengan urine yang berbau, segera temui dokter.

Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan seiring dengan perubahan bau urine (seperti peningkatan rasa haus dan buang air kecil).