14 Kebiasaan Umum yang Dapat Merusak Ginjal

Tahukah Anda bahwa tubuh dapat bertahan hidup cukup normal dengan hanya menggunakan 20% dari fungsi ginjal kita? Itulah sebabnya mengapa penurunan fungsi ginjal secara konstan dan kerusakan yang juga bertahap dalam waktu lama pada ginjal sering luput dari perhatian atau pemeriksaan. Dan walau pun akhirnya masalah terkait ginjal ditemukan, bisa saja kondisi ginjal sudah sangat parah.

Kebiasaan Umum yang Dapat Merusak Ginjal

Ginjal dalam tubuh kita ini termasuk organ yang sangat luar biasa. Mereka ini menghasilkan hormon, memfilter darah, menyerap mineral, menghasilkan urin dan menjaga keseimbangan asam-alkalin dalam tubuh.

Perlu sekali kita menjaga kondisi kesehatan tubuh, termasuk organ ginjal ini. Ada banyak kiat untuk bisa tingkatkan kondisi fungsi ginjal dan ada pula ragam hal yang bisa merusak fungsi atau bahkan organ ginjal.

Berikut ini daftar kebiasaan yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal atau penyakit ginjal kronis menurut studi medis.

Kebiasaan umum yang dapat merusak ginjal (berdasarkan kajian ilmiah)

Terlalu banyak mengonsumsi minuman manis

Sebuah penelitian yang dilakukan pada karyawan di Osaka University di Jepang mengungkapkan bahwa minum dua atau lebih minuman bersoda sehari dapat dihubungkan dengan risiko penyakit ginjal. Diketahui, 12.000 karyawan dilibatkan dalam penelitian ini, dan mereka yang mengonsumsi soda dalam jumlah lebih besar lebih cenderung memiliki protein dalam urinenya (proteinuria).

Protein dalam urin (proteinuria) adalah tanda awal kerusakan ginjal, tetapi, ketika kondisi ini ditemukan, penyakit ini masih bisa dilakukan pengobatan.

Hasil studi ilmiah juga menyimpulkan bahwa “mengkonsumsi soda bergula dapat meningkatkan kondisi kerusakan ginjal.”

Merokok

Aktivitas merokok berkaitan dengan therosclerosis (penyempitan dan pengerasan arteri). Therosclerosis ini bisa memengaruhi suplai darah ke semua organ vital, termasuk ginjal.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Pharmacology and Therapeutics, dua batang rokok sehari cukup untuk menggandakan jumlah sel-sel endotel (lapisan sel gepeng yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah, pembuluh limfa, dan rongga tubuh) dalam tubuh. Ini adalah tanda kerusakan arteri. The Clinical Journal of American Society of Nephrology mengutip banyak penelitian berbeda yang dilakukan sejak 2003 yang menghubungkan semua bahwa merokok erat kaitannya dengan penurunan fungsi ginjal.

Kekurangan vitamin B6

Diet sehat juga penting untuk fungsi ginjal yang baik. Menurut penelitian yang dilakukan di University of Maryland Medical Center, kekurangan vitamin B6 bisa meningkatkan risiko batu ginjal.

Untuk memiliki fungsi ginjal yang optimal, Anda mesti mengonsumsi setidaknya 1.3 miligram vitamin B6 setiap hari. Sumber terbaik dari vitamin ini termasuk ikan, buncis, hati sapi, kentang dan sayuran bertepung, dan buah-buahan non-sitrus.

Kurang berolahraga

Olahraga adalah cara lain yang baik untuk melindungi ginjal.

Sebuah penelitian besar yang dipublikasikan pada tahun 2013 dalam Journal of American Society of Nephrology mengemukakan bahwa wanita pascamenopause yang berolahraga memiliki risiko 31% lebih rendah mengembangkan batu ginjal. Secara umum, menjaga berat badan yang sehat akan mengurangi kemungkinan batu ginjal.

Kekurangan magnesium

Jika tubuh tidak mendapatkan cukup magnesium, kalsium tidak dapat diserap dan diasimilasikan dengan baik, yang dapat menyebabkan kelebihan kalsium dan pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa “pengobatan dengan magnesium pada penyakit batu ginjal kalsium termasuk efektif dengan beberapa efek samping.”

Untuk mencegah penurunan kadar magnesium, konsumsilah sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan pula biji-bijian. Alpukat merupakan sumber terbaik magnesium.

Aktivitas tidur terganggu

Majalah ilmiah, World Journal of Nephrology, melaporkan bahwa gangguan tidur kronis dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Tidak cukup minum air putih

Ginjal kita harus terhidrasi dengan baik untuk bisa menjalankan fungsinya. Jika kita tidak cukup minum, racun dapat mulai terakumulasi dalam darah, karena tidak ada cukup cairan untuk mengalirkannya melalui ginjal.

Sebuah studi ilmiah dari tahun 2011 menemukan bahwa asupan cairan yang lebih tinggi dapat melindungi tubuh dari penyakit ginjal kronis.

Studi lain menunjukan hubungan antara fungsi ginjal dan volume urine. Ini menyimpulkan bahwa asupan cairan yang lebih tinggi dapat melindungi ginjal tubuh.

Tidak segera mengosongkan kandung kemih lebih awal

Ketika panggilan tubuh untuk buang air kecil, Anda mesti segera untuk mengeluarkannya. Menahan urine di kandung kemih bisa sangat tidak baik untuk tubuh. Retensi urine secara persisten atau kronis dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih yang dapat menyebabkan infeksi ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi garam (sodium)

Garam sangat penting untuk tubuh, tetapi Anda mesti membatasi asupan natrium ini. Konsumsi sodium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menekan fungsi ginjal.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Studi yang sama menemukan bahwa asupan natrium yang rendah juga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal.

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi maksimum 2.300 miligram (mg) sodium sehari (sekitar 1 sendok teh garam).

Tidak mencukupi asupan kopi

Kita sering menganggap bahwa kopi itu buruk bagi tubuh kita, tetapi minum kopi sebenarnya dapat melindungi ginjal Anda. Perahatikan: kopi di sini adalah kopi murni tanpa campuran apa pun.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat mengurangi risiko terkena penyakit ginjal kronis.

Penelitian lain yang melibatkan wanita Korea menemukan bahwa minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat melindungi ginjal.

Penyalahgunaan obat penghilang rasa sakit

Ketika tubuh kita merasakan rasa sakit kronis kita akan dengan mudah memilih obat penghilang rasa sakit. Tapi, perlu diketahui bahwa menurut Jurnal Fisiologi dan Farmakologi Korea, penyalahgunaan obat dapat menjadi racun bagi organ-organ dalam sistem kemih Anda.

Studi lain menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan opioid dan penyakit ginjal.

Jadi, jangan terlalu sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit. Dan pula jangan mudah memilih obat tersebut. Anda bisa pilih alternatif lain untuk mengatasi rasa sakit tersebut.

Ingat semua obat (hasil farmasi) datang dengan efek samping, dan beberapa dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi protein

Menurut Harvard University, mengonsumsi terlalu banyak protein dalam makanan sehari-hari Anda dapat membahayakan ginjal.

Jurnal medis, nutrisi ISRN, menunjukkan bahwa makan terlalu banyak protein dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan batu ginjal.

Produk sampingan dari pencernaan protein adalah amonia–racun yang membuat organ ginjal bekerja lebih keras untuk menetralkannya. Lebih banyak protein berarti fungsi organ ginjal akan menumpuk, yang mungkin, seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

Tidak mengobati infeksi biasa dengan cepat dan tepat

Kita semua ternyata salah yang kadang-kadang mengabaikan kondisi pilek dan flu, dan membuat tubuh kita merasa kewalahan atas dua penyakit tersebut. Harus diketahui bahwa sikap abai kita tersebut itu bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa flu dapat dikaitkan dengan penyakit ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol

Racun yang ditemukan dalam alkohol tidak hanya dapat merusak hati, tetapi juga ginjal.

The medical journal Alcohol Research Current Review menunjukkan bahwa konsumsi alkohol kronis dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.